Hallo Sobat authenticpublishing.id! Bagi Anda yang ingin mencari Mengenal DOI Digital Object Identifier pada Artikel Ilmiah, Yuk Anda bisa simak pembahasannya sebagai berikut.
Di era digital, keberadaan adanya informasi yang sudah akurat, terverifikasi, dan mudah untuk diakses sangat penting, terutama dalam bentuk bidang akademik dan penelitian Salah satu sistem yang dapat mendukung hal ini adalah DOI (Digital Object Identifier).
Apa Itu DOI?

DOI atau Digital Object Identifier adalah salah satu sebuah kode unik yang dapat diberikan untuk dapat mengidentifikasi suatu dokumen digital dengan secara permanen, yang termasuk artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan yang ada di jurnal akademik.
Sistem DOI juga dapat dikelola dengan secara internasional oleh organisasi yang seperti Crossref dan DataCite, dengan adanya tujuan utama untuk dapat memudahkan pencarian dan adanya pelacakan dokumen digital.
Contoh DOI: 10.1080/23311983.2023.2178991
Dengan adanya DOI tersebut, artikel dapat langsung diakses melalui tautan:
https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2178991
Fungsi DOI dalam Artikel Ilmiah

1. Identifikasi Permanen
Tidak seperti URL yang dapat berubah atau hilang, DOI juga dapat bersifat permanen dan akan selalu mengarah ke dalam lokasi terbaru dari artikel tersebut.
2. Akses Lebih Mudah dan Cepat
Dengan melalui DOI, pengguna yang tidak perlu untuk menelusuri sebuah situs jurnal dengan secara manual.
3. Akuntabilitas dan Kredibilitas
Artikel yang memiliki DOI pada umumnya yang telah melalui proses pada publikasi resmi oleh penerbit akademik, sehingga lebih terpercaya dan mudah untuk dilacak dalam bentuk basis data ilmiah.
4. Memudahkan Sitasi
Dalam bentuk penulisan referensi, DOI akan menjadi salah satu penanda resmi yang sudah diakui oleh di berbagai gaya pada penulisan ilmiah yang seperti APA, MLA, Chicago, dan lainnya.
Baca Juga: Mengenal DOI Digital Object Identifier pada Jurnal Ilmiah
Struktur DOI

DOI yang sudah terdiri dari dua bagian utama:
- Prefix: Diawali dengan angka 10. dan diikuti oleh kode unik penerbit (misalnya 10.1016)
- Suffix: Kode khusus untuk dokumen/artikel yang ditentukan oleh penerbit
Contoh struktur: 10.1016/j.jclepro.2023.138765
- 10.1016 = kode penerbit (misalnya Elsevier)
- j.jclepro.2023.138765 = kode unik artikel di dalam jurnal Journal of Cleaner Production
Bagaimana Cara Menemukan DOI?

1. Di Halaman Pertama Artikel
DOI yang biasanya juga akan dapat dicetak di bagian atas atau bawah pada halaman pertama artikel jurnal.
2. Melalui Situs Penerbit atau Database Ilmiah
Situs seperti ScienceDirect, Springer, Wiley, atau Taylor & Francis selalu dapat mencantumkan adanya DOI yang ada di halaman artikel mereka.
3. Melalui Crossref (https://search.crossref.org)
Anda juga akan dapat memasukkan adanya jenis judul artikel untuk dapat menemukan sebuah DOI yang resminya.
Contoh Penggunaan DOI dalam Sitasi

Gaya APA 7th Edition:
Nugroho, B., & Putri, S. (2023). Analysis of climate policy in Southeast Asia. Journal of Environmental Policy Studies, 12(3), 145–160. https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2178991

Gaya MLA:
Nugroho, Budi, and Sari Putri. “Analysis of Climate Policy in Southeast Asia.” Journal of Environmental Policy Studies, vol. 12, no. 3, 2023, pp. 145–160. Crossref, https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2178991.
Akhir Kata
Mungkin itu saja yang bisa dapat kami sampaikan tentang mengenai Apa Itu Mengenal DOI Digital Object Identifier pada Artikel Ilmiah. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat bagi kita semua dan terimakasih.