Halo Sobat setia Authenticpublishing! Pada kesempatan ini kami akan memaparkan perbedaan jurnal Sinta dan jurnal Scopus.

Mungkin bagi kamu seorang Akademisi sudah tidak asing lagi dengar jurnal Sinta dan jurnal Scopus, namun apakah kamu mengetahui perbedaannya? Jika tidak maka ikuti artikel ini sampai akhir.

Sebelumnya, Jurnal Sinta dan Scopus adalah bentuk Upaya perguruan tinggi dalam meningkatkan jumlah publikasi karya ilmiah baik skala Nasional ataupun Internasional.

Namu, sebelum kita membahas ke Perbedaan Sinta Dan Scopus, disini kami akan menjelaskan apa itu Jurnal Sinta dan Jurnal Scopus.

Pengertian Jurnal SINTA

Apa Itu Jurnal SINTA?
Apa Itu Jurnal SINTA?

Sinta kepanjangan dari (Science and Technology Index) adalah sebuah laman atau portal iliah daring yang dikelola oleh Kemendikbud Ristek sampai menyajikan daftar jurnal nasional yang sudah terakreditasi.

Jurnal Sinta yang sudah terakreditasi dari Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dapat memenuhi kriteria sebagai jurnal nasional dengan masa berlaku hingga 5 tahun.

Baca Juga: Akreditasi Sinta Adalah

Apa Itu Jurnal Scopus?

Apa Itu Jurnal Scopus?
Apa Itu Jurnal Scopus?

Scopus merupakan salah satu layanan indeksasi dan penyedia data base atau pusat data jurnal yang mengukur prestasi peneliti di masing-masing negara.

Diketahui, saat ini Scopus telah mengindeks lebih dari 22.000 judul artikel dari 500 lebih penerbit. Sekitarnya ada 20.000 artikel yang sudah terindeks ataupun artikel peer-reviewed.

Baca Juga: Biaya Publikasi Jurnal Scopus

3 Perbedaan Sinta dan Scopus

3 Perbedaan Sinta dan Scopus
3 Perbedaan Sinta dan Scopus

Setelah kamu mengetahui pengertian dari masing-masing jurnal, berikut kami akan membahas inti mengenai perbedaan Jurnal Sinta dan Jurnal Scopus, ikuti artikel ini sampai akhir.

1. Pengertian

Perbedaan pertama yakni pengertiannya. Secara beriringan, jurnal-jurnal Sinta merupakan database atau pusat data jurnal nasional yang sudah terindeks dari ARJUNA.

Pada saat yang bersamaan, Jurnal Scopus merupakan database jurnal internasional ternama dengan reputasi jurnal yang dapat dilihat dari kinerja jurnal serta beberapa faktor seperti penulis, author dan lainnya.

2. Cakupan Jurnal

Perbedaan kedua yakni, ruang lingkup. Dari yang telah disebutkan pada sebelumnya, Sinta termasuk jurnal standar nasional.

Oleh karena itu, database ini tidak bisa diakses bagi jurnal local dan nasional yang tidak terakreditas.

sehingga database ini tidak bisa diakses oleh jurnal lokal dan nasional yang tidak terakreditasi. Sehingga perlu usaha agar jurnal-jurnal yang sudah diterbitkan bisa terakreditasi oleh ARJUNA.

3. Standar Jurnal

Selanjutnya, kita membahas kriteria atau standar jurnal. Sebagai database yang mengumpulkan jurnal berkualitas tinggi, baik Sinta maupun Scopus memiliki standar yang sangat ketat. Selain jurnal yang terbit di Sinta dan Scopus, ada banyak jurnal lain yang tidak terindeks oleh mereka. Penyebab utamanya adalah karena jurnal-jurnal tersebut tidak memenuhi kriteria untuk dapat masuk ke dalam database tersebut.

Akhir Kata

Nah, itulah pembahasan kita pada kali ini mengenai perbedaaan jurnal sinta dan Scopus. Semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terimakasih.

FAQ

Apakah Sinta 1 itu Scopus?

Ya, jurnal yang terindeks Sinta 1 umumnya sudah terindeks Scopus. Sinta 1 adalah tingkatan tertinggi akreditasi jurnal Sinta. 

Apa itu jurnal terindeks Scopus?

SCOPUS adalah layanan indeksasi dan penyedia database jurnal terbesar saat ini.

Apa maksud Q1 Scopus?

Kuartil 1 (Q1) adalah tingkat jurnal internasional scopus yang mempunyai pengaruh paling besar di antara kategori lainnya.

Apakah ada Scopus yang gratis?

Tentu saja ada! Ada beberapa publisher jurnal Scopus yang menawarkan publikasi secara gratis. Tapi perlu ingat, bahwa publikasi jurnal Scopus yang gratis, akan melalui proses reviewnya yang super ketat. Bahkan, untuk proses reviewnya saja bisa memakan waktu 6 Bulan – 1 Tahun lamanya.

0 CommentsClose Comments

Leave a comment

Intention © Copyright 2026. All Rights Reserved.